MODUL PEMBUATAN DOKUMENTER KOMUNITAS
Sinopsis
Komunitas di Kampung Papring, Banyuwangi, telah menyadari pentingnya media audio visual di era digital sekarang. Mereka memiliki keinginan untuk menjadikan Kampung Papring sebagai kampung cerdas berbasis digital agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Banyak warganya memiliki kemampuan menggunakan alat digital untuk mendokumentasikan kegiatan komunitas dan membagikannya di media sosial. Namun, terdapat kekurangan dalam pemahaman mengenai potensi penyajian konten dan membangun narasi yang efektif. Oleh karena itu, ESAS mengusulkan metode tiga fase digital, di mana fase pertama adalah cara menggunakan media sosial dengan baik dan bijaksana. Fase kedua melibatkan pemanfaatan digital untuk pelayanan publik, dan fase terakhir melibatkan penggunaan platform e-commerce untuk mendukung kegiatan sociopreneurship. Kampung Papring sudah memasuki fase pertama dengan bimbingan sineas muda film dokumenter Indonesia, Arfan Sabran dan sedang persiapan untuk memasuki fase digital kedua. Dalam pelaksanaan fase satu digital, ESAS menyelenggarakan lokakarya pembuatan dokumenter komunitas yang mana melalui seluruh proses kegiatan ini, masyarakat dilatih untuk observasi, mengidentifikasi, bersikap kritis terhadap fakta, dan dapat menjawab isu-isu melalui pembuatan film dokumenter, membangun narasi, dan menulis. Selain meningkatkan kemampuan digital, kegiatan ini juga mengembangkan jiwa kepemimpinan pada setiap individu agar mereka memiliki life skills yang berguna untukmelanjutkan inisiatif membangun kampung.
Sebagai langkah strategis, ESAS mengembangkan modul nalar berdaya yang dapat diadopsi oleh desa-desa lainnya. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat lokal, meningkatkan literasi digital, serta mendorong kemandirian desa dalam menghadapi tantangan teknologi, sehingga masyarakat dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman sesuai dengan kebutuhan mereka.
Disusun oleh Arfan Sabran
Penyunting Maria Hartiningsih
Tim Pakar Tonny Trimarsanto
Agus Rachman (Eagle Institute Indonesia)
Pemrakarsa dan
Penerbit: Yayasan ESAS
Tahun 2025